Diberdayakan oleh Blogger.

widget
RSS

MENANG FLASHSALE 12K ?? KOK BISAAA ?

KE NUSA PENIDA DENGAN 12K ????
KOKKKK BIIISAA ???

awalnya cuma iseng ikutan salah satu open trip yang lagi ngadain flashsale 12.12 di 2019. ikutin rulesnya dari suruh follow, share strory, repost dll. Sebenernya ga begitu niat juga untuk ikutan flashsalenya, karena sesi 1 itu jam 9  dan itu jam berangkat kerja gue jadi gue ketinggalan sesi 1 untuk ikutan.

Tapi gue ga putus asa gue coba sesi ke dua di jam 2 siang, karena gue punya whishlist untuk ke Bali dan gue sholawatin terus. Tapi di jam 2 pada saat flashsale dimulai gue malah serbu flashsale yang ke Dieng tapi pas sesi pembayaran itu gue panik dan kelamaan ngetiknya tiba2 sold out !!!
ok gue udh pasrah ga dapet flashsale.

Truss gue coba buka flashsale yg bali ternyata blm ada yg dapet, gue isi semua data dan alhamdulillah lancar bgt isi datanya sampe muncul virtual account untuk pembayaran sambil di sholawatin (ini serius).

Pas muncul harganya masih 2 jtan tapi gue lanjutin untuk pembayaran dan tertera 12.000 langsung deehh bayar masukin pin dan pembayaran berhasill.


dan di jam 4 sore dihubungin dari pihak travelnya untuk kirim SC syarat2 yg disuruh. alhamdulillah semua udah sesuai dan gue menangin flashsalenya. seneng bgt bisa menang dan ga nyangka. apa ini berkat sholawat ??
apapun itu gue bersyukur sama Allah udh mudahin dalam mewujudkan impian gue.
If you can dream it, you can do it  !!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengalaman Menginap di Baduy Dalam

(14-15 September 2019)




Didasarkan rasa penasaran ingin mengenal suku baduy dan suntuk akan penatnya ibukota akhirnya aku dan ka Ica memutuskan untuk ikut open trip ke Baduy dalam selama 2 hari 1 malam dengan biaya Rp 180.000.

Di intinary kita udah harus sampai meeting point yaitu Stasiun Rangkas Bitung pukul 10 pagi. aku dan ka ica janjian untuk bertemu dikereta,  ka ica akan naik kereta dari Stasiun Sudimara dan aku akan berangkat dari Stasiun Manggarai. Aku berangkat dari rumah sekitar jam 7 pagi, menuju stasiun Manggarai naik grab bike, dilanjutkan naik kereta krl tujuan Manggarai-Tanah Abang, lalu transit Tanah Abang- Rangkas Bitung oh iya untuk Commuter Line lintas Tanah Abang – Rangkasbitung (PP) berangkat hampir setiap jam sekali, akhirnya sekitar pukul 10.15  baru sampe mepo karena kereta berangkat terlambat.

Sesampainya di stasiun Rangkasbitung kita ketemu sama TL (Tour Leader) namanya Mas Dani, dan juga bekenalan dengan teman-teman lainnya yg akan ikut open trip ke Baduy Dalam, ada sekitar 15 orang yang ikut open trip ini. setelah semua  peserta berkumpul, kami berjalan menuju terminal Aweh. Jarak stasiun dengan terminal tidak terlalu jauh, hanya berjalan sekatar 10 menit. Dari terminal kami naik elf untuk menuju Desa Ciboleger. Setelah kuang kebih 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Desa Ciboleger.

Patung Selamat datang di Desa Ciboleger
di sini kami memutuskan untuk mampir makan dulu di sebuah warung. saya memilih makan dengan sayur asem, ikan dan tempe beserta teh hangat. 

Kami memulai perjalan pukul 2 siang, di temani Tour Leader dan juga Ayah Sapri dan Maang, mereka orang suku Baduy dalam, kami akan menginap di rumah mereka. Di bawah terik matahari kami memulai perjalanan, sebelum saya mengikuti OT saya sudah mencari informasi melalui vlogger maupun blogger untuk mengetahui medan perjalanannya. Rata-rata orang mampu sampai baduy dalam dengan perjalanan 3 jam. Namun tidak dengan saya dan team hahaha. Kami baru sampai di Desa Cibeo dengan menempuh perjalan 5 jam. Yaa kami baru sampai di Desa Cibeo pukul 7 Malam.

Muka lelah ga sampe-sampe wkwk

Dalam perjalanan kami melewati beberapa jembatan dan desa. Jalan yang di tempuh untuk menuju baduy dalam Jalan setapak, berbatu, naik dan turun bukit, bagi saya yang hidup dikota dengan jalan yang bagus dan sudah beraspal tidaklah mudah, namun akhirnya kami bisa lalui dan sampai di baduy dalam.

Jembatan Bambu Baduy Luar

Desa di Baduy Luar

di desa Cibeo kami menginap di rumah Pak Sapri, Keluarga Pak Sapri sangat ramah, kami dipersilakan untuk menginap disini. Istri pak Sapri mempersiapkan makan malam untuk kami. dalam keadaan yang gelap di temani cahaya lilin kami makan bersama. Selesai makan malam kami sharing dan bertanya mengenai kehidupan di suku baduy dalam, merasakan sunyi dan damainya Kampung Cibeo. Tanpa hingar bingar suara knalpot kendaraan yang berlomba membelah jalanan, tanpa suara musik dari kafe yang sahut menyahut memutarkan nada-nada terkini. 

Kampung Cibeo yang adalah salah satu pemukiman suku Baduy Dalam adalah sebuah keaslian kesederhanaan. Di sana kami tidak diperbolehkan mengambil foto sama sekali, tidak boleh menggunakan HP, konon jika melanggar dalam perjalanan akan terjadi sesuatu seperti jatuh di jalan dsb, tidak boleh mandi menggunakan sabun maupun odol, dan selama di Baduy dalam kami dilarang melintasi rumah Pu'un ( ketua adat).

Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, sayapun tidur, untuk megembalikan tenaga setelah 5 jam perjalanan. Pagi harinya kami berkeliling desa Cibeo, melihat-lihat kehidupan masyarakat di sana. di teras depan rumah mereka berjualan hasil tenun dan juga kerajinan tangan yang mereka buat sendiri lohh. Ada tas yang terbiat dari kelapa, sendok dan gelas yang terbuat dari bambu, gelang yang terbuat dari kain tenun ataupun kayu. Mereka menjual mulai dari harga 5.000 samapai 300.000. Saya membeli 2 gelas yang terbuat dari bambu dan juga gelang.

Gelas bambu Rp 20.000

Gelang Rp 5.000

Menghabiskan semalaman di perkampungan suku Baduy memberikan pengalaman yang berharga dan tak terlupakan. Apakah kalian tertarik juga gaiss untuk mengenal Suku Baduy Dalam ???

*Semua Foto di ambil saat berada di Baduy Luar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Air Terjun Lembah Anai , Air Terjun Pinggir Jalan yang Mempesona di Tanah Datar Sumatera Barat



Biasanya lokasi air terjun berada di dalam hutan, atau kita harus melintasi jalur yang cukup susah untuk menuju ke air terjun tersebut.
Namun, berbeda dengan air terjun satu ini, teman-teman. Kita bisa melihatnya langsung dari pinggir jalan raya. Air Terjun Lembah Anai, Air terjun ini letaknya berada di pinggir jalan raya jalur Padang-Bukittingi, tepatnya di Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Lembah Anai ini merupakan salah satu air terjun yang terkenal dan menjadi mascot pariwisata di Sumatera Barat.

Sebenarnya, lembah anai ini berada di bagian barat kawasan Cagar Alam Lembah Anai.
Namun, karena lokasinya yang berada persis di pinggir jalan membuat banyak orang bisa langsung melihatnya tanpa harus kesulitan melintasi hutan.
Keindahan dan kecantikan air terjun ini mampu mengalihkan pandangan semua orang yang melintas di jalan raya Padang-Bukittinggi. Orang padang biasa menyebutnya dengan Aia Tajun atau Aia Mancua Lembah Anai.


sumber : https://bobo.grid.id/read/081710927/ada-air-terjun-di-pinggir-jalan-padang-bukittinggi-tertarik-ke-sini?page=all


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS