Sewaktu
Dalai Lama ditanya, “Apakah yang paling membingungkan di dunia ini?” Beliau
menjawab, “Manusia. Karena manusia mengorbankan kesehatannya demi uang, lalu
dia menghabiskan uangnya demi memulihkan kesehatannya.” Manusia juga sangat
khawatir akan masa depannya, sampai dia tidak menikmati masa kini. Manusia
menjalani hidup seakan-akan dia tidak akan pernah mati, lalu ketika mati dia
belum benar-benar menikmati apa arti hidup. Uang, meski banyak yang bilang bukan segala-galanya, namun
dengan uang segala sesuatu bisa ada. Memiliki banyak uang membuat hidup lebih
mudah, begitu yang dibayangkan oleh banyak orang. Hidup diabdikan untuk
mengejar dan memupuk uang, dari pagi hingga malam, lembur, mencari pekerjaan
sampingan hingga korupsi. Karenanya jadi lupa kalau tubuh perlu istirahat,
perlu rekreasi, menenangkan dan menyenangkan diri. Dan benar begitu sakit,
Alasan kedua kenapa manusia
membingungkan, menurut Dalai Lama karena manusia kerap sangat khawatir dengan
masa depannya hingga tak sempat menikmati masa kini. Kejadian yang
dipikirkan, belum terjadi seolah-olah sudah di depan mata. Akibatnya dengan
perilaku seperti itu orang tidak hidup baik di masa sekarang maupun di masa
depan. Kita terkadang terlalu khawatir akan masa depan kita, takut akan
kehidupan, takut suatu saat hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, takut apa
yang kita rencanakan tidak bisa terwujud, dsb. Hidup dengan selalu mencemaskan
segala sesuatu hanya membuat hidup tidak tenang dan stress.
Istirahatkan dirimu dari
mencemaskan masa depan. Apa yang sudah ditanggung pihak lain (Allah) untukmu,
kau tidak perlu ikut menanggungnya.
Sebenarnya tidak ada yang perlu
dicemaskan dalam hidup. Tuhan sudah menyiapkan semua yang terbaik untuk hidup
kita. Tuhan ingin kita percaya dan berserah pada-Nya, sehingga kita dapat
terbebas dari rasa khawatir dan cemas.
Yang perlu kita lakukan hanya
selalu percaya kepada-Nya dan rasa percaya itu akan membawa dan menuntun kita
ke dalam hidup yang damai dan bahagia.
“Never be afraid to trust an unknown
future to A Known God"
Maka pesannya adalah manfaatkan
sebaik-baiknya, nikmati apa yang selayaknya dinikmati, buatlah kebaikan untuk
diri dan sesama, isilah hidup dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat untuk kebaikan dunia.
Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita
nikmati. Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.
Ketika lahir dua tangan kita kosong. ketika meninggal kedua tangan kita juga
kosong.
Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa. Jangan sombong karena
kaya dan berkedudukan.
Jangan minder karena miskin dan hina. Bukankah kita semua hanyalah tamu dan
semua milik kita hanyalah pinjaman.
Tetaplah rendah hati dan bukan rendah diri, seberapapun tinggi kedudukan kita.
Tetaplah percaya diri, seberapapun kekurangan kita.
Maka dari itu tetaplah bersyukur, dalam segala keadaan apa pun, dan hiduplah di
saat yg benar-benar ada dan nyata untuk kita, yaitu saat ini, bukan dari
bayang-bayang masa lalu maupun mencemaskan masa datang yang belum lagi tiba.
sebagai manusia, setiap
kita pastilah memiliki kekurangan disana-sini,
karena pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna. Yang kita bisa kita
lakukan adalah lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, misalnya menjadi
pemimpin yang baik, menjadi mahasiswa yang baik, menjadi anak yang berbakti
kepada orang tua, dan kepada orang-orang di sekitar kita. Fokuskan sebagian
besar pikiranmu untuk hal-hal yang sudah pasti terjadi, yaitu: kematian dan
pertanggung jawaban di akhirat karena di akhiratlah kehidupan yang sejati
dimulai
Dan yang terpenting, kita selalu bersyukur dan istiqomah dengan apa yang kita hadapi,
Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Aamiin.